CERPENKITA.ID – Puluhan seniman berunjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta menuntut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghentikan tindakan komersialisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Pantauan cerpenkita.id di lokasi sekira pukul 14.23 WIB, mereka berkumpul tepat di depan gerbang utama Balai Kota Jakarta.

Dalam aksinya mereka membawa keranda mayat dan bendera kuning sebagai simbol matinya Taman Ismail Marzuki.

Keranda mayat yang ditutupi kain hitam tersebut bertuliskan “Taman Ismail Marzuki Telah Mati”.

Di samping keranda mayat, terdapat batu nisan berwarna putih yang yang bertuliskan R.I.P ART Hotel Cikini.

Sebagian dari mereka membawa poster tuntutan yang bertuliskan “Persekongkolan Jahat Jakpro + DKJ Janji Wisma Seni Jadinya Art Hotal.”

Sementara pada poster tuntutan lain bertuliskan “Jangan Jadikan Tempat Bersejarah dan Kebudayaan Sebagai Ajang Komersialisasi Semata.”

Puluhan pendemo memaksa merangsek ke Balai Kota dengan memanjat pagar gerbang utama yang dijaga ketat petugas keamanan gabungan.

Karena sebagian pendemo berhasil menembus barikade keamanan, pejabat Balai Kota Jakarta pun berinisiatif menemui mereka.

Perwakilan mereka kemudian diperbolehkan masuk ke dalam Balai Kota untuk menyampaikan aspirasinya.

Rakai Daniswara

Pria sederhana yang memiliki pemikiran rumit. Ide-idenya melebihi kapasitas kepalanya.

Bagikan:

Tags: