JAKARTA, CERPENKITA.ID – Siswa SMP Negeri 73 Jakarta, Naurah Najla Olivia menjadi juara lomba membuat pantun dalam ajang Lomba Luterasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) Provinsi DKI Jakarta 2026.

Naurah pun memberikan kiat suksesnya dapat menjurai lomba membuat pantun tingkat provinsi tersebut

Ia mengatakan persiapan dilakukan sejak beberapa pekan sebelum lomba dengan memperbanyak membaca dan mempelajari kosakata baru.

“Banyak berlatih, banyak baca buku juga, banyak literasi, kita jadi bisa merangkai kata demi kata dan pantun itu akan jadi mudah kalau kita banyak membaca,” ucap Naurah penuh semangat.

Berkat prestasinya itu, Naurah diganjar hadiah uang tunai sebesar Rp4.500.000.

Hadiah Lomba Membuat Pantun tingkat SMP/MTs tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 3 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengapresiasi kreativitas dan keberanian para peserta.

Menurutnya, kemampuan anak-anak mengekspresikan gagasan menjadi modal penting bagi masa depan Jakarta.

“Kalau melihat performa atau tampilan dari anak-anak kita, terus terang saya merasa bahwa Jakarta masa depannya itu colorful, penuh warna. Sehingga kita semua penuh dengan optimisme,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, HANJABA dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus memberi ruang kepada anak-anak untuk berpikir, berimajinasi, dan berkarya.

Antusiasme peserta tahun ini meningkat. Sebanyak 1.640 anak mendaftarkan diri sejak registrasi dibuka pada 28 Juli 2026.

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan HANJABA.

Setelah melalui seleksi administrasi, seleksi karya, dan kompetisi langsung, sebanyak 488 peserta terpilih mengikuti babak kompetisi pada 20, 21, dan 24 Agustus 2026.

Lomba disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Peserta SD/MI mengikuti lomba menggambar, bertutur, dan membaca puisi.

Peserta SMP/MTs mengikuti lomba membuat komik strip dan pantun.

Adapun peserta SMA/SMK/MA mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris dan fotografi. Lomba menulis terbuka bagi peserta didik dari jenjang SD hingga SMA.

“Beragam cabang lomba tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan literasi dengan caranya masing-masing,” ungkap Nasruddin.

Menurutnya, karya para peserta memperlihatkan cara generasi muda memandang Jakarta melalui pengalaman, ingatan, dan harapan mereka.

“Ke-488 peserta yang telah sampai pada tahap kompetisi langsung ini adalah anak-anak terbaik di Jakarta yang telah berani mencoba, berkarya, dan menyampaikan gagasan,” tuturnya.

Rakai Daniswara

Pria sederhana yang memiliki pemikiran rumit. Ide-idenya melebihi kapasitas kepalanya.

Bagikan:

Tags: