JAKARTA, CERPENKITA.ID – Alfataro Serhan Khairrazaky, siswa kelas 5 SDIT Nurul Iman Pondok Bambu, Jakarta Timur keluar sebagai pemenang lomba baca puisi tingkat provinsi pada ajang Lomba Literasi Hanjaba dan Lomba Menulis Tahun 2026.

Alfataro pun diganjar hadiah uang tunai sebesar Dp3 juta.

Hadiah tersebut, diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 3 September 2026.

Kepada cerpenkita.id, Alfataro mengaku jika dirinya mulai menggemari membaca puisi sejak kelas satu sekolah dasar.

Kala itu, Alfataro masih tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara. Di sana kata dia, terdapat sanggar yang mempertemukan dirinya dengan para pegiat seni.

Di situ, Alfataro belajar membaca puisi dengan baik dan benar.

Sejak saat itu, ia terus berlatih gerak, mimik wajah, serta intonasi dalam membaca puisi.

“Kalau tidak salah, dari kelas 1 SD ya. Waktu itu, saya dulu tinggal di Medan. Nah, di Medan itu ada sanggar. Saya belajar dari guru saya yang memang udah berpengalaman,” kata Alfataro.

Kegigihannya itu, membawanya menjadi pemenang lomba baca puisi tingkat provinsi DKI Jakarta tahun ini.

Meski gemar membaca puisi, Alfataro mengaku sempat vakum beberapa tahun seiring dengan kepindahannya ke Jakarta.

Sehingga Alfataro sebelumnya tidak pernah sekalipun mengikuti lomba baca puisi.

Berkat dukungan dari sekolah, Alfataro akhirnya memberanikan diri ikut Lomba Hanjaba yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta.

Alfataro berhasil menyingkirkan puluhan pesaingnya di tingkat sekolah dasar.

Oleh dewan juri yang sudah berpengalaman, ia dinyatakan sebagai pemenang Lomba Literasi Hanjaba pada kategori Lomba Baca Puisi 2026.

“Ini pertama kali. Ya dulu sebenarnya saya sudah jarang baca puisi, sudah berapa tahun nggak baca puisi,” ucapnya.

Kesuksesannya di tingkat provinsi, memacu Alfataro untuk terus berlatih.

Alfator berharap suatu saat nanti bisa bersaing di level nasional.

“InsyaAllah ikut lah, untuk prestasi dan pengalaman,” pungkasnya.

Rakai Daniswara

Pria sederhana yang memiliki pemikiran rumit. Ide-idenya melebihi kapasitas kepalanya.

Bagikan:

Tags: